Dasar Mahasiswa, Dasar Dosen

Kadangkala di dalam kelas, mahasiswa tidak fokus pada materi yang diajarkan, tetapi mereka malah mengerjakan tugas matakuliah lain atau belajar mata kuliah yang lain. Well, aku bisa memahami ini karena dulu waktu SMA aku juga pernah melakukannya, sampai  ketahuan dan dimarahi. Aku menerima kemarahan itu karena aku tahu memang itu salah, tetapi yang membuat aku kapok tidak mengulanginya lagi adalah saat beliau bilang “Mentang-mentang kamu pintar di pelajaran ini”, wah rasanya tidak enak, jleb menusuk ke dalam,… saat itu aku jadi sadar kalau pintar saja tidak cukup, etika juga penting. Sumpah, sejak saat itu saya tidak berani mengulanginya lagi.

finding forrester

(film Finding Forrester sangat bagus mencontohkan hubungan etika antara guru-murid)

Nah, rupanya pekerjaanku saat ini (dosen) justru membuatku seperti menjalani hukum karma,… hampir di setiap kelas ada saja mahasiswa yang berprilaku demikian, bahkan berjamaah alias bareng-bareng satu kelas. Tidak fokus, membaca tugas matakuliah lain, mengerjakan tugas matakuliah lain, belajar matakuliah lain yang (mungkin) dosennya lebih galak.  Dalam hati, saya berpikir, enaknya mahasiswa yang begini ini diapain ya,…

Jadi, menjelang akhir perkuliahan saya cobakan sebuah treatment yang sering saya sebut “tes kejujuran”sebagai berikut.

“baik saudara-saudara, saya minta anda semua menutup mata, duduk tenang di kursi masing-masing, dan jangan mengintip,” Saya memberikan komando di depan kelas. Semua mahasiswa menutup mata, beberapa tampak gelisah, beberapa tampak bersemangat, dan beberapa tampak penasaran dengan apa yang saya sebut “tes kejujuran” ini.

“Oke, sekarang ikuti perintah saya. Sekarang, bagi anda yang meyakini bahwa kejujuran itu penting, angkat tangan”, saya memberikan instruksi. Hampir seluruh kelas mengangkat tangan.

“Bagi anda yang yakin bahwa bertindak jujur itu penting, angkat tangan”. Hampir seluruh kelas angkat tangan. Saya tersenyum beberapa saat. Lalu saya memberikan instruksi yang terakhir:

“Sekarang, yang mengerjakan tugas matakuliah lain selain Sosioantropologi, angkat tangan”

Sepertiga  mahasiswa di kelas, sebagian besar di barisan belakang, mereka mengangkat tangannya dengan malu-malu. Saya tersenyum, toh setidaknya kejujuran menang dalam diri mereka. Saat mereka membuka mata, ada yang tertawa getir, menunduk, tersipu malu, dan ada juga yang mengatakan “Bu, maaf ya bu”. Dan kelas saya tutup dengan sedikit pelajaran lifeskill mengenai pentingnya fokus dan etika berkuliah.

Dasar mahasiswa, dasar dosen !

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di jurnal kur. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s