Permasalahan-Permasalahan Etik Dalam Konseling Atlet

Kurniati Rahayuni

Universitas Negeri Malang, Malang

k.rahayuni@gmail.com

ABSTRACT: Counseling is needed in sport setting, especially to athletes who experience psychological problems as result to their involvement on sport. Counseling approach to athletes is different from general counseling process, it should be held in flexible way in terms of time and place, and require a direct observation and/or participation in actual sport setting. These circumstances may lead to ethical problems and dilemmas in counseling. This paper will explore several ethical problems and dilemmas that may appear in counseling the athletes. Data derived from record cases and relevant literature reviews. The analysis of data finds common ethical problems and dilemmas in counseling the athletes, which are: 1) the sufficient knowledge or experience on sport as a base for psychologist/counselors who conduct counseling; 2) the parties who hire the psychologist/counselors; 3) the blurred limitation on conducting counseling; 4) the confidential issues on counseling. Some possible solutions to solve these problems also discussed. The findings in this paper may helps psychologist and counselors to make proper preparation before engage in athlete’s counseling.

 

Konseling sangat dibutuhkan dalam bidang olahraga, terutama pada atlit yang mengalami permasalahan-permasalahan psikologis akibat keterlibatannya dalam olahraga. Namun pendekatan konseling terhadap atlit berbeda dengan proses konseling pada umumnya, konseling pada atlet harus dilakukan secara fleksibel dari aspek waktu, tempat, dan membutuhkan observasi langsung dan/atau partisipasi langsung di lapangan. Situasi tersebut dapat mengarah pada beberapa masalah-masalah dan dilemma etis dalam melakukan konseling. Paper ini bertujuan membahas beberapa permasalahan etis yang muncul dalam melakukan konseling pada atlet. Data diambil dari beberapa laporan kasus  dan studi literature. Analisis data menemukan beberapa permasalahan dan dilemma etis yang munvul, yaitu : 1) pengalaman dan/atau pengetahuan psikolog mengenai  olahraga sebagai landasan melakukan konseling  atlet;2) siapa pihak yang menyewa jasa psikolog atau konselor; 3) kekaburan batas dalam melakukan konseling; dan 4) isu mengenai kerahasiaan dalam konseling. Beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga dididskusikan dalam paper ini. Informasi dalam paper ini dapat membantu psikolog untuk mempersiapkan diri sebelum terlibat dalam konseling atlet.   

 

Referensi

Andersen (2005). Its all about Sport Performance… and Something Else. Dalam Doasil (ed.), The Sport Psychologist Handbook. West Sussex England, John Wiley & Sons (p 687-697)

Andersen (2005). Yes, I Work with Beckam; Issues of Confidentiality, Privacy and Privilege in Sport Psychology Service Delivery. Dalam Lavalee (ed.), British Sport and Exercise Psychology Review. Vol 1, no 2, 5-13.

Doasil (2007). Applied Sport Psychology: a New Perspective. Dalam Doasil (ed.), The Sport Psychologist Handbook. West Sussex England, John Wiley & Sons (p 3-17)

George & Cristiani (1990), Counseling: Theory and Practice. MA: Allyn & Bacon (p.1-3)

Gladding (2004). Counseling: A Comprehensive Definition. NJ: Merril. P. 6-7.

Koehn (2000). Landasan Etika Profesi. Yogyakarta: Kanisius. p. 114-145

HIMPSI (2010). Kode Etik Psikologi Indonesia.

Lazarus (1994), How Certain Boundaries and Ethics Diminish Therapeutic Effectiveness. Dalam Bersoff (1999). Ethical Conlicts in Psychology. APA (p.257-259).

LeUnes & Nation (2002); Sport Psychology: an Introduction. California: Wadsworth (p. 1-13).

Mc.Cann (2005). Roles: The Sport Psychologist. Dalam Murphy (ed. ). The Sport Psych Handbook. IL: Human Kinetics. P. 279-290

Prawitasari (2002). Dasar-dasar Psikoterapi. Dalam Subandi (ed.). Psikoterapi: Pendekatan Konvensional dan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.  P. 1-35

Singer & Anshel (2007). Assesment, Evaluations and Counseling in Sport. Dalam Doasil (ed.), The Sport Psychologist Handbook. West Sussex England, John Wiley & Sons (p 89-118)

Shaw, Gorely & Corban (2005). Sport and Exercise Psychology. NY: Taylor & Francis. p 328-334.

Tod & Andersen (2005), Success in Sport Psych: Effective Sport Psychologist.  Dalam Murphy (ed. ). The Sport Psych Handbook. IL: Human Kinetics. P. 305-320.

*) dipresentasikan dalam Temu Ilmiah Nasional Psikologi UNAIR, Novermber 2012. diterbitkan dalam prosiding

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s