5 Jurus Mencari Literatur Skripsi

Banyak mahasiswa FIK yag mengeluh kesulitan Literatur. Setelah saya telusuri, sebenarnya bukan literatur yang kurang, tetapi karena tidak tahu mencarinya dimana. Percayalah, dalam dunia penelitian dimana hal paling anehpun bisa diteliti, literature tentang apapun bisa dicari, ditambah dengan fasilitas internet yang membuat kita  bisa men-download artikel, buku, jurnal, apa saja secara gratis,…  jadi whats’s the problem ? Problemnya cuma … bagaimana cara mencarinya .

Berikut beberapa tips praktis untuk mencari literatur atau referensi. Tips ini pernah dan beberapa diantaranya sering saya gunakan, dan saya memperoleh tips-tips ini secara otodidak. Saya membaginya disini karena siapa tahu bermanfaat untuk anda, mahasiswa FIK atau mahasiswa lain yang sedang skripsi,… silahkan dicoba dan dibuktikan. ..

 

 Jurus 1. Pakai kata kunci sebagai kompas.

Mencari literatur/referensi  ibarat kita menjelajah hutan belantara tak dikenal. Nah, pertama-tama supaya tidak kesasar, kita harus punya kompas. Kompas ini yang akan menuntun kita supaya tidak kesasar di hutan belantara. Kompas itu adalah kata kunci dalam Rumusan masalah, Tujuan penelitian atau hipotesis penelitian kita. Misalnya kalau anda meneliti tentang Kecemasan dalam olahraga, gunakan kata “kecemasan” dan “olahraga” sebagai penuntun anda dalam mencari literatur. Persempit pencarian hanya dengan mencari kata-kata kunci yang dibutuhkan (atau sekiranya berhubungan dalam penelitian. Misalnya, dari contoh Kecemasan tadi, kita juga
bisa mencari literatur dengan kata kunci “respon fisiologis kecemasan”, “teori kecemasan dalam olahraga”, “penyebab kecemasan dalam olahraga”,”dampak kecemasan dalam olaharaga”…. Dan sebagainya. Jadi jangan sampai tersesat di dunia maya atau di buku literatur Inggris… cukup cari yang anda butuhkan saja .

Apabila anda mencari di internet, agar lebih efisien saat bertanya (browsing) lewat mbah Google, gunakan menu “Advanced search” yang ada di pojok kiri bawah. Isi tahun, bahasa, format file, negara, sesuai kebutuhan anda. Biasanya litreatur jurnal dan e-book berbentuk pdf, jadi anda tinggal memilih opsi pdf di format.

Catatan: Kalau mencari di Internet, jangan menggunakan Wikipedia atau blog yang nggak jelas sumbernya. Lupakan, tulisan kamu pasti akan ditolak dosen pembimbing. Berikut ada beberapa link open journal bidang ilmu olahraga yang bisa diakses secara bebas, gratis, dan fulltext.

 

Jurus 2. Gunakan “peta” di dalam buku (Daftar Isi, Index dan Glossary).

Ini jurus “potong kompas” lain untuk mengefisienkan waktu dan tenaga anda dalam mencari kata kunci. Setiap buku pasti punya daftar isi. Nah, daripada membaca dari bab I, langsung saja anda lihat di daftar isi bab berapa yang membahas kata kunci itu tadi. Misalnya kalau saya meneliti kecemasan dalam olahraga, saya akan membuka halaman daftar isi, kemudian melihat bab yang berhubungan dengan kecemasan halaman berapa, lalu segera buka halaman itu.

Cara lain yang bahkan lebih efektif adalah menggunakan
Index (atau Indeks, dalam bahasa Indonesia). Apa itu Index? Index adalah kumpulan istilah yang tercantum dalam buku tersebut berikut nomor halaman yang mencantumkan istilah tersebut. Index biasanya terdapat di halaman belakang buku, tercantum secara alfabetis dari A-Z.  Misalnya, kalau kita mencari istilah Anxiety (kecemasan), kita tinggal lihat di Index halaman berapa saja yang mencantumkan istilah itu, lalu tinggal meluncur saja ke halaman yg ditunjukkan index.  Umumnya buku berbahasa Indonesia jarang mencantumkan Index, tetapi kalau buku bahasa Inggris pasti ada Index-nya.

Kebanyakan mahasiswa memang ketakutan dengan literature buku tebal (apalagi yang berbahasa Inggris)… tapi takutnya kan karena tidak terbiasa dan karena tebalnya itu. Daftar isi dan Index adalah sebuah peta untuk mencari kata kunci yang kita cari…. Dan kalau kita sudah tahu petanya, jangan takut pusing atau kesasar, toh buku tebal bahkan yang berbahasa Inggris tidak akan menggigit …

 

Jurus 3. Jadilah detektif; telusuri satu petunjuk ke petunjuk lainnya

Untuk memecahkan kasus, seorang detektif akan menelusuri satu petunjuk ke petunjuk lainnya. Sama juga dengan mencari literatur. Kalau kita tidak tahu bagaimana mencari literaturnya, kemana harus pergi dan ngapain, maka jadilah seorang detektif.

Carilah skripsi atau jurnal penelitian yang berkaitan dengan penelitian anda, kemudian selalu perhatikan kutipan. Misalnya, kalau penelitian kita tentang Kecemasan dan sedang mencari literaturnya, kita cari kutipan yang berhubungan dengan kecemasan. Misalnya kita temukan di Kajian Pustaka :

… .. kecemasan berkaitan dengan kepribadian, motivasi dan keteguhan mental seorang atlit (Sugeng, 2001). Kecemasan juga berkaitan dengan kedisiplinan dan komitmen (Tati, 2003).

Nah, catat “Sugeng, 2001” dan “Tati, 2003” itu dalam buku catatan anda. Lalu langsung buka halaman Referensi atau Daftar Pustaka, cari nama Sugeng, 2001 dan Tati, 2003 disana:

Sugeng, Rahmat. 2001. Psikologi Olahraga dan Pendidikan Jasmani. Bandung; CV Nijar Ilakes

Tati, Wardoyo. 2003. Hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Regulasi Diri pada Atlit Remaja klub Voli Spartan Malang. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi: tidak diterbitkan.

Nah, selanjutnya kita tinggal mencari dua literatur tersebut di perpustakaan, toko buku, atau internet. Satu tips kalau mencari l

 

Jurus 4. Jelajahi Wilayah Baru, lintas didiplin ilmu

Terkadangkala, kesulitan mencari literature ditemukan karena topic penelitian kita jarang dilakukan, sehingga kita perlu untuk mencari di ilmu lain (lintas bidang ilmu). Misalnya, ada kasus seorang mahasiswa olahraga meneliti pengaruh latihan aerobic pada glikolisis darah dengan menggunakan mencit (tikus) sebagai eksperimen. Ia kesulitan dengan literaturnya; kemudian ia mencari literature di Fakultas lain, yaitu Fakultas MIPA, Farmasi atau Kedokteran dimana eksperimen dengan tikus banyak dilakukan. Ternyata, di perpustakaan fakultas MIPA ia menemukan banyak skripsi yang mirip yang Kajian Pustakanya bisa digunakan sebagai literatur.

Contoh lain, seorang mahassiwa psikologi yang skripsinya meneliti aspek-aspek psikologis yang berperan dalam memilih program acara TV. Untuk literatur tentang media televisi, ia mencari litretaur di jurusan Ilmu Komunikasi dan Diskomvis (Disain Komunikasi Visual); dan karena analisis statistikanya sangat sulit, ia juga mencari literature di jurusan Statistik, bahkan berkonsultasi dengan dosen statistik. Belum cukup, ia mengirim email ke seorang professor di Perguruan Tinggi lain yang ahli media TV untuk berkonsultasi mengenai penelitiannya.

 

Wow ! Inilah contoh sikap pantang menyerah.  Bahkan dengan mencari literature skripsi saja, kemampuan anda mencari jaringan juga diuji disini.

 

Jurus 5. Kalau terpojok, pakai sumber kedua

Menggunakan sumber kedua adalah menggunakan buku referensi atau tulisan orang lain yang mengutip literature lain sebelumnya. Contohnya, bila kita meneliti iskripsi tentang kecemasan, kita boleh saja mengutip bab II Tinjauan Pustaka tentang kecemasan dari skripsi orang lain yang topic penelitiannya sama; karena dalam penelitian pasti membutuhkan banyak referensi, peneliti pasti harus membaca banyak buku dan menringkasnya/mengutipnya ke dalam tinjauan pustaka (bab II). Nah, boleh-boleh saja kalau kita mau memebaca dan mengutipnya dalam bab II/Tinjauan pustaka kita, dengan catatan, penulisnya WAJIB dicantumkan. Misalnya kalau dalam Skripsi Tati Wardoyo (tahun 2003) yang meneliti hubungan kecemasan dengan pengelolaan diri, kita boleh mengutipnya dengan ;

…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000). Ada dua jenis kecemasan, yaitu State anxiety dan Trait Anxienty (Spielberger, 2001).

Kita boeh saja memepelajari makna kecemasan dari bab II penelitian itu, kemudian mencantumkannya ke dalam bab II penelitian kita dengan cara:

…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000 dalam Wardoyo, 2003). Ada dua jenis kecemasan, yaitu State anxiety dan Trait Anxienty (Spielberger, 2001 dalam Wardoyo, 2003).

Tetapi, tentu saja tidak boleh hanya semata-mata satu sumber penelitian saja. Yang lebih baik adalah mencantumkan beberapa sumber.

…kecemasan adalah suatu state atau kondisi yang dinilai menakutkan atau mengganggu kenyamanan seseorang (Atkinsson, 2000 dalam Wardoyo, 2003). Dalam olahraga, kecemasan adalah suatu kondisi yang dianggap mengancam dan dapat memepengaruhi penampilan olahraga, namun merupakan satu factor yang harus ada agar atlet memeiliki suatu dorongan untuk berprestasi maksimal demi mempertahankan harga dirinya (Bambang, 1998 dalam Muklis, 2000).

Cara ini menuntut kecermatan kita dalam memilah informasi, tetapi kekurangannya adalah cara ini tidak memberikan kita gambaran jelas mengenai teori yang ingin diulas. Namanya juga sumber kedua, kredibilitasnya masih harus dipertanyakan. Selain itu, resiko hanya menggunakan literature sumber kedua adalah membuat kita terlihat seperti “tidak membaca buku referensi yang sesungguhnya”, alias cuma nunut tulisannya orang lain saja. Padahal, untuk memahami penelitian, kita sebaiknya sangat memahami teori yang berkaitan melalui referensi-referensi.  Untuk penelitian S2 dan S3, serta karya yang dipublikasikan ke jurnal, lebih baik menghindari cara ini, karena untuk level penelitian yang lebih tinggi, anda diharuskan benar-benar menguasai konsep melalui sumber pertama.

Anyway, selamat berjuang dengan skripsi dan penelitian anda …! Keep fight !

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di jurnal kur, Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s