Perjalananku Meraih Beasiswa part 5: Bridging Program pra S2/S3 di Taiwan Batch 2

Peserta Bridging Program Sports Science di Arrival Day, Taioyuan International Airport, Taipei. 20 orang, dari 5 universitas berbeda

Peserta Bridging Program Sports Science di Arrival Day, Taioyuan International Airport, Taipei. 20 orang, dari 5 universitas berbeda

Bridging Program pada dasarnya adalah program Kegiatan DIKTI untuk menjembatani dosen untuk kuliah di luar negeri. Bridging program ini hanya dibuka untuk dosen bidang keilmuan Sports Science, Vokasional, Kejuruan serta Food Science. Alasannya karena di tiga bidang ini hanya sedikit dosen yang melamar beasiswa Luar Negeri. Maka perlu ada program yang menjembatani para dosen untuk sekolah di Luar negeri. Kegiatan Bridging Program akan berisi kegitan seputar Pelatihan Bahasa Inggris, keilmuan terkait bidang kita, pengenalan budaya setempat, dan sebagainya. Lamanya selama 10 minggu hingga 3 bulan.

Dalam bahasaku, program ini berusaha mendekatkan para dosen di tiga bidang ilmu tersebut agar dapat bersekolah di luar negeri. Taiwan adalah negara destinasinya. Selain memiliki banyak universitas yang menawarkan kelas internasional berbahasa Inggris, Taiwan juga berusaha menarik mahasiswa asing, biaya kuliah dan biaya hidup yang affordable, dan masih berada di wilayah Asia sehingga orang Indonesia akan lebih mudah menyesuaikan dengan budayanya. Harapannya, setelah Bridging Program ini, peserta akan mendapatkan LOA (Letter of Acceptance) yang merupakan syarat wajib melamar beasiswa luar negeri.

Sejauh tulisan ini ditulis, sudah ada dua gelombang (batch) Bridging Program ke Taiwan. Batch 1 telah selesai dilakukan tahun awal tahun 2013 lalu, dan Batch 2 berlangsung sejak tanggal 15 April – 28 juni 2013. Di Taiwan, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti program di beberapa universitas yang berbeda. Untuk bidang Sports Science (termasuk saya), kami menjalani studi di Chinese Culture University (PCCU) di Taipei. Untuk keilmuan Teknik, ada yang di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan National Taipei University of Technology (TaipeiTech) dan Chaoyang University of Technology di Taipei. Dan ada juga yang di Taiwan bagian Selatan di Kaohsiung, yaitu di Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST), National YunLin University of Science and Technology (YunTech), KunShan University, National Kaohsiung University of applied Science (NKUAS), National DongHwa University (NDHU). Sedangkan yang Food Science ditempatkan di Ping Tung University of Science and Technology (NPUST) di Ping Tung.

Saya beruntung mengikuti Bridging Program yang batch 2 ini. Alasanku mengikuti Bridging program pra S2/S3 ini adalah untuk mengukur kemampuanku untuk survive dalam studi di Luar Negeri. Aku memag sudah berusaha secara mandiri belajar buku teks bahasa Inggris, membuat tulisan berbahasa Inggris dan menyurati e-mail ke professor di luar negeri, tetapi aku merasa tetap harus keluar dari Indonesia untuk mengetahui kemampuanku yang sebenarnya. Aku percaya ini adalah salah satu proses yang harus kujalani untuk meraih beasiswa.

Menyusul tahun 2013 ini, akan ada Bridging Program juga ke Selandia Baru (New Zealand), namun tentu saja dengan kualifikasi bahasa Inggris yang lebih tinggi. Oh ya, untuk kualifikasi bahasa untuk mengikuti Bridging Program ke Taiwan ini tidak terlalu berat, yang penting bisa berkomunikasi sederhana dalam bahasa Inggris. Some of my Friends with TOEFL score around 450 were succeed in interview tests and join this program. Namun tentu saja DIKTI akan memberlakukan seleksi administrasi dan seleksi wawancara dahulu kepada calon peserta… so meskipun kualifikasi bahasanya tidak teralu tinggi, kita tetap harus memiliki kemampuan dasar bahasa Inggris untuk survival di negeri orang.

Tulisan ini kubuat sebagai untuk membagi pengalamanku bagaimana menuntut ilmu dan survive hidup di negeri orang. Khusus untuk Bridging Program selama 2.5 bulan di Taiwan ini, saya akan membuat tulisan tersendiri mengnai pengalaman belajar di Bridging Program ini. Saya membuatnya sebagai jurnal pribadi dan untuk berbagi pengalaman, semoga siapapun yang membacanya bisa mengambil manfaatnya….

Tempat menginap Bridging Program Batch 2 Taiwan, untuk dosen Sports Science - Taipei
Tempat menginap Bridging Program Batch 2 Taiwan, untuk dosen Sports Science – Taipei

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di beasiswa, jurnal kur dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s