Sistem Transportasi di Taipei (Jurnal Bridging Program part 4)

Sebagai ibukota Taiwan, Taipei terkenal dengan sisitem transportasinya yang sangat baik. Ada beberapa jalur transportasi yang sangat memudahan mobilitas penduduk untuk bekelana ke seluruh kota, antara lain dengan taksi, Taipei Rapid Metro System (kereta listrik), bis umum, dan sepeda. Semua jalur transportasi ini dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk lengkap, sehingga seorang turis newbie seperti saya tidak pelu khawatir tersesat. Berikut saya ingin sharing pengalaman selama 10 minggu menggunakan sistem transportasi di Taipei.

Taksi

Tidak seperti di Indonesia, mobil taksi di Taipei dimiliki oleh individual, jadi supirnya sendiri yang bertanggungjawab merawat dan maintenance mobil taksinya, namun mereka harus mendaftar di perusahaan taksi untuk mendapatkan lisensi dan sejumlah peralatan standar seperti radio. Warna taksi di Taipei semuanya sama dan eye-cacthing; kuning. Taksi kuning ini ada yang berkapasitas 3 penumpang sampai 5 penumpang, dengan mobil standar sedan dan minivan beratap rendah (kayak Grand Livina) yang dipakai. Saat menaikkan dan menurunkan penumpang, semua sopir taksi selalu otomatis keluar dari mobil untuk membukakan pintu dan menggeser kursi di tengah agar penumpang yang duduk paling belakang bisa keluar. Sama seperti di Indonesia, taksi pun dilengkapi ergometer, tapi kita juga pernah langsung “nembak” dengan bertanya “How much to go to…”. Masalahnya, tidak semua supir taksi bisa berbahasa Inggris. Akan sangat membantu kalau kita sudah punya peta, tinggal menunjukkan pak supir kemana kita mau pergi.
taksi
Selama 10 minggu perjalanan bolak-balik hotel ke kampus CCU, kita diantar jemput menggunakan 4 taksi dengan sang koordinator (atau bisa juga disebut makelar kali ya ?) seorang sopir taksi bernama Radar. Radar ini bisa bahasa Inggris dengan logat Cina yang kental sehingga membuat telinga saya bekerja keras untuk memahami perkataannya. Ternyata, Radar adalah pensiunan army sehingga dia punya sense memimpin yang kuat sehingga diberi tanggungjawab mengkoordinasi penjemputan kita. Di awal perkenalan, kita sempat merasa ilfil karena dia bossy banget padahal yang dijemput kan bukan anak-anak SD. Tapi lama kelamaan kami akrab juga.

Satu hal yang saya ingatkan kalau mau naik taksi di Taipei; tidak semua supir taksi bisa bahasa Inggris, gunakan sabuk pengaman (meskipun duduk di belakang) dan jangan kaget kalau mereka nyetirnya gila-gilaan. Meski nggak semua, ada juga yang menyuguhkan pengalaman ngebut dengan spion tertutup yang membuatku bersama teman-teman berteriak senang-campur-takut sambil pegang sabuk pengaman… hahaha. Tetapi saya bisa katakan, meskipun ngebut naik taksi di Taipei cukup save kok.

Taipei Rapid Transit Metro System (TRTC)

Selama 10 minggu hidup di kota ini, jujur saya jatuh cinta dengan sistem Mass Rapid Transit (MRT) Taipei. Dikenal denga Taipei Metro System, pada dasarnya ini adalah kereta listrik yang membelah kota Taipei dengan lima alur yang berbeda. Kita bisa menemukan Statiun Metro dengan mudah di setiap suut jalan kota Taipei. Untuk menaiki Metro kita harus membeli Easy card (atau dikenal juga dengan Yo-Yo card) seharga 200 NT, itu sudah termasuk deposit 100 NT untuk bepergian ke seluruh Taipei.

easy card

Cara kerjanya begini; di pintu masuk setiap stasiun kita akan melewati pintu dengan menempelkan easy card kita ke sebuah mesin sensor. Sensor itu akan berkedip lalu memunculkan jumlah deposit dalam kartu, dan membuka pintunya. Kita tinggal masuk ke stasiun, lalu menunggu di depan jalur kereta yang diinginkan. Biasanya papan LED di tempat boarding (kereta melintas) dan lampu di dekat rel akan menyala kalau kereta datang. Ketika kereta berhenti, pintunya hanya akan membuka selama 30 detik !!! Jadi jangan lelet, harus segera masuk. Tetapi kalaupun kita ketinggalan, kita cukup menunggu 2-5 menit untuk kereta berikutnya. Dan biasakan selalu…. antri!

Nah, di dalam kereta, tersedia papan LED sebagai petunjuk kereta akan memasuki stasiun apa. Petunjuknya tersedia juga dalam bahasa Inggris, jadi jangan khawatir. Oh ya, di dalam stasiun dan di dalam kereta, kita dilarang makan dan minum. Dan jangan duduk di bangku berwarna biru gelap karena itu priority seat untuk orang tua, disabled person, ibu hamil atau yang membawa anak kecil. Meski sedikit goyang, Naik Taipei Metro sangat nyaman banget, saya sampai kecanduan. Kalau anda sempat ke Taipei, jangan lupa sempatkan naik ini, recommended banget deh, murah meriah.

MRT

Nah, setelah turun di satsiun tempat kita tuju, selanjutnya yang harus diperhatikan adalah kita mau keluar lewat Exit berapa. Kalau di Jiantan Station dekat hotelku sih mudah, Exitnya hanya 2 dan berdekatan. Tapi ada beberapa stasiun yang menyediakan hingga 6-8 exit ! Susah kalau salah keluar Exit bisa kesasar dari arah tujuan.  Jadi setelah turun kereta segera saja cari papan peta, disana kta bisa memutuskan paling baik keluar dari exit berapa (petanya juga tersedia dalam bahasa Inggris kok). Papan peta ini juga menyediakan petunjuk lengkap kalau kita mau transfer dengan bis.

Setelah ketemu lewat Exit berapa, kita cukup mengikuti papan petunjuk saja.Nah, di setiap exit akan ada pintu masuk dengan papan sensor seperti yang kita msuki tadi. Cukup tempelkan Easy Card di sensor, maka pintu akan terbuka dan deposit kartu Easy Card berkurang dengan sendirinya. Sensor juga akan menunjukkan sisa deposit di kartu. Oh ya untuk mengisi kartu easy card bisa di Add-value machine yang tersedia di setiap station. Kalau mau keliling Taipei, setidaknya siapkan sekitar 200NT di easy card. Pengalaman saya mengarungi jalur Xindian-Beitou, hanya menghabiskan sekitar 100 NT. Dan easy card ini juga bisa digunakan untuk naik bis, menyebrang pakai Ferry di teluk Tamsui, membeli makanan di Seven-Eleven, bahkan masuk ke Taipei Zoo ! Praktis banget yah.

routemapDanfeng

Oh ya, untuk amannya, sempatkan untuk mengambil peta Metro system yang disediaan gratis di setiap stasiun. Ada lima jalur utama Metro, yang ditunjukkan dengan warna: Merah-Hijau untuk Xindian-Beitou, Biru untuk Yongning – Nangang, Kuning untuk Nanshijiao-Luzhu dan Fu Jen University, Coklat untuk Taipei Zoo-Nangang. Ada juga jalur tambahan berwarna hijau muda dan pink. Semuanya lengkap tertera di peta dan di papan-papan petunjuk. Warna-warna jalur ini juga terlihat di setiap stasiun. Website tentang Metro juga mudah diakses disini : http://english.trtc.com.tw/ct.asp?xItem=1056373&CtNode=49780&mp=122032

Bis

Jujur, sistem transportasi yang saya tidak bisa taklukkan sama sekali di Taipei adalah Bis. Karena begitu banyak jalur dan begitu banyak nomornya. Beberapa jalur hanya menggunakan petunjuk dalam bahasa Cina, nggak semua supir berbahasa Inggris dan papan LED pentunjuk di dalam bis juga kadang nggak begitu jelas, sehingga kalau naik bis, saran saya adalah hanya gunakan kalau ditemenin orang lokal atau pastikan tanya orang dulu (naik Metro lebih aman, kalau kesasar tinggal balik).  Kalau naik bisnya dari Statiun Metro, perhatikan baik-baik petunjuk di papan peta saja, Insya Allah sampai di tujuan.

bis

Enaknya, untuk meniki bis juga bisa menggunakan Easy Card juga atau membayar dengan uang recehan, sekiar 15-20 NT (tapi kalau jauh, saya tidak tahu berapa). Namun pastikan anda benar-benar memperhatikan baik-baik arah tujuan anda di papan Led yang letaknya di atas pengemudi bis dan di atas pintu keluar. Kalau kesasar,… carilah orang yang bisa berbahasa Inggris untuk anda tanyain,… atau turun di stasiun Metro terdekat aja,… hehehehe.

Sepeda

Naik sepeda? Wah, di Taipei di beberapa area disediakan persewaan sepeda. Otomatis lho, nggak ada emang-emang yang nungguin. epeda-sepeda itu terhubung di semacam mesin yang sealigus mengunci rodanya, dan sepeda ini bisa kita gunakan kalau kita sudah menggesekkan Easy card atau kartu kredit ke mesin tersebut. Saya lihat di beberapa daerah distrik komersial, di daerah kampus, di taman Daan dan di sekitar daerah Taipei 101 disediakan sepeda sewaan seperti ini. Cuma saya belum pernah mencobanya.

Overall, sistem transportasi di Taipei sudah sangat baik dan terintegrasi. Jadi untuk para Backpacker yang berniat jalan-jalan dengan cost semurah mungkin,… Taipei boleh dicoba.

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di jurnal kur dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Sistem Transportasi di Taipei (Jurnal Bridging Program part 4)

  1. ika puspita sari berkata:

    Assalamualaikum kak. Terimakasih ya kak infonya bermanfaat bngt. Insyaallah sya nnti juga mau ke taipei summer program dr kampus. Kak sharing dong hal apa aja sih yg kita harus siapin kl ke taipei. Maaf ya ka baru pertama kali mau abroad soalnya hehe masih nggak tau apa”. tempat wisata yg menurut kakak yg top yg mana? Masalah makanan disana gimana ya kak? jujur kak saya masih bingung dan takut masalah trasnportasi takut salah jalur dan lain sbgnya. terimakasih sebelumnya salam kenal kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s