Kuliah Taping Class: Apakah itu Athletic Trainer ? (Jurnal Bridging Program Part 8)

Ada satu matakuliah yang asing bagiku saat mengikuti Bridging Program di Coaching & Exercise Science Department di CCU (Chinese Culture University). Kuliah itu namanya Taping Class, diampu oleh Professor Randy Chang, dilaksanakan di Athletic Trainer (AT) Room. Saya mengira AT room ini adalah ruangan berisi fasilitas peralatan latihan atletik (hahaha maklum saya buka lulusan FIK), dan ternyata keliru besar. AT room adalah sebuah ruangan mirip ruang fisioterapi, dengan meja masase, peralatan fisioterapi, taping (plester panjang untuk membalut) dan berbagai peralatan kesehatan lainnya berada disana. AT room di CCU juga bersuhu dingin, yang memang kelembabapannya diatur untuk menjaga kualitas taping yang ada di dalamnya. Disinilah saya memahami definisi Athletic Trainer (AT). AT adalah ahli kesehatan yang bekerjasama dengan dokter yang tugasnya menjamin para atlet dapat berperforma maksimal bebas dari cedera an sakit (ini definisi saya sendiri). Tugasnya antara lain memberikan tindakan-tindakan preventif kepada atlit untuk mencegah cedera, mejaga kondisi kesehatan atlet, melakukan diagnosa cedera atau kondisi gangguan medis yang isa mengganggu performa olahraganya, memberikan intervensi teapeutik, rehabilitasi cedera dan fisioterapi (saya ambil dari website NATA).

Athletic Trainer Room di basement B1 - Sport gymnasium CCU
Athletic Trainer Room di basement B1 – Sport gymnasium CCU
peralatan di AT room

peralatan di AT room

Salah satu tindakan preventif untuk mencegah cedera adalah taping, atau membalut menggunakan tape khusus untuk membantu otot dan sendi tetap pada posisi yang benar, tujuannya untuk menahan rasa sakit saat bergerak, mencegah terjadinya cedera atau untuk pemulihan setelah cedera. Nah, inilah kuliah taping inilah yang beruntung kami dapatkan selama 5 pertemuan bersama Prof Randy.

Professor Randy Chang

Professor Randy Chang membuka kelas dengan perjamuan teh

Prof. Randy yang berbadan besar langsung menyambut kami dengan ramah. Kami dijamu hidangan teh tradisional koleksinya yang katanya berharga sangat mahal. Setelah itu, baru kami mengikuti kuliah di AT room. Ia memperkenalkan jenis-jenis tape yang umum digunakan dalam olahraga.Lalu ia mmperagakan cara menyobek taping yang haus kami latih hingga bisa… dan ternyata tidak mudah menyobek taping, karena aku mencoba berkali-kali hingga tanganku merah….

macam-macam tape

macam-macam tape

Lalu dibantu  tiga asistennya, sebut saja Mas Kalem (karena sangat jarang tersenyum, selalu diam dan serius), Mbak Kalem  (cewek berambut pendek dan tomboi, sama pendiammnya dengan temannya) dan si Cantik (rambut panjang, langsing, cantik tapi anak seorang master Kungfu), prof Randy mencontohkan langkah-langkah taping untuk beberapa bagian tubuh .Dimulai dari taping untuk pergelangan kaki (ankle taping), yang diulang hingga dua kali oleh para asistennya. Mas Kalem yang pendiam tampak sangat cekatan dalam membalut, sedemikian cepatnya hingga saya tidak bisa mencatat atau bahkan mengingat urutannya. Randy mengatakan kalau Mas Kalem ini sering menjadi AT tim-tim elit CCU, dan dia dapat melakukan ankle taping hanya dalam waktu 40 detik dengan sangat rapi. Bagaimana bisa begitu? Disinilah kami dberitahu faka yang mengejutkan; Asistenya harus berada di AT room mulai pukul 6 pagi hingga 9 malam, selain kuliah, mereka harus berada di AT room untuk melayani atlit yang membutuhkan fisioterapi dan pertolongan. Ini adalah sistem pembimbingan yang diterapkan Randy untuk menjamin kualitas para asistennya, dan juga untuk menjamin layanan kesehatan AT selalu tersedia untuk para atlit.

ankle taping

ankle taping

Karena masih kurang jelas, Randy mengulangi kembali ankle taping itu pelan-pelan sampai kami ingat bagaimana caranya. Ankle taping ini yang akan menjadi bahan ujian kami nantinya, yang harus dilakukan dengan rapi dalam waktu 2 menit. Dan dia bilang “If he can do it, then everybody can do it !”, lakukami diberi taping gratis masing-masing satu gulung untuk berlatih. Bukan hanya ankle taping, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya kami juga diberitahu caranya melakukan taping untuk jari, pergelangan tangan, lutut, dan siku. Tetapi kami hanya ditekankan untuk melatih ankle taping saja, karena cedera engkel adalah cedera yang paling umum untuk semua jenis olahraga.Selain itu waktunya terlalu pendek untuk belajar taping, kami hanya diberi referensi buku dan video saja untuk kemudian dipersilahkan berlatih sendiri (di youtube banyak sekali video untuk melakukan taping, kita bisa mempelajari dengan mudah).

ankle taping untuk cedera

ankle taping untuk cedera

wrist taping (pergelangan tangan)

wrist taping (pergelangan tangan)

Kami juga kemudian mengetahui kalau taping untuk rehabilitasi dan taping untuk cedera berbeda metodenya. Dan saya membayangkan isi otaknya si Mas dan mbak Kalem yang hapal di luar kepala semua metode taping… .  Untuk sebuah universitas swasta, CCU benar-benar serius dalam menggarap olahraga. Randy mengatakan sesuatu yang membuat kami merenung; “Rentang usia emas untuk atlit itu pendek; dan keika mereka cedera, itu bisa menghancurkan semuanya. AT harus ada untuk mendukung mereka”, kami menyaksikan mahasiswa berbadan atletis masuk hlir mudit AT room satu demi satu, sepertinya mereka semua atet. Ada yang ditaping, meminta kompres es, diberi fisioterapi, bahkan ada serang atlit judo yang jarinya dibalut, datang hanya untuk mengobrol. Randy mengangkat tangan si atlit judo itu’; “Jarinya patah, dia harus istirahat latihan, jadi dia akan duduk disini untuk ngobrol-ngobrol saja denganku”.. dan di ruang tatami dekat AT room, teman-temannya mulai berlatih. Oooh… meskipun cedera dia tetap harus datang latihan meskipun hanya mengobrol di AT room, tampaknya Randy bisa memberikan konseling juga, pikirku dalam hati.

meja untuk melakukan taping di AT room

meja untuk melakukan taping di AT room CCU, disini juga Randy mengobrol dengan atlit yang harus rest latihan. Kulkas di pojok, berisi es batu dan plastik untuk kompres

Harga taping bervariasi, yang paling murah adalah 200NT atau kira-kira 70 ribu. Tetapi CCU memiliki banyak di AT room. Mereka menggunakannya untuk kuliah, untuk mencegah cidera para atlit yang mau berlatih atau bertanding, dan juga diberikan kepada mahasiswa yang kuliah taping sepeti kami. Semua atlit yang harus mendapat pelayanan rehab dan fisioterapi dilayani sebelum melakukan latihan. Saya melihat seorang atlit judo putri yang ditaping lututnya sebelum berlatih, tampaknya taping cedera. Dan dia harus ditaping seperti itu setiap sebelum latihan, sementara latihannya berlangsung 5 – 6 kali seminggu. Berapa banyak taping yang habis setiap harinya, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan ? CCU tampaknya tidak memikirkan hal itu, yang penting kesejahteraan atlit. Untuk sekelas kamps, mereka sangat serius menggarap olahraga.

seorang atlet judi mendapatkan pelayanan knee taping sebelum berlatih

seorang atlet judi mendapatkan pelayanan knee taping sebelum berlatih

Saya beralih dengan getir memikirkan situasi di negeri sendiri… apakah kita sudah punya AT dengan pelayanan maksimal yang memperhatikan kesejahteraan atlit ?

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di jurnal kur, Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kuliah Taping Class: Apakah itu Athletic Trainer ? (Jurnal Bridging Program Part 8)

  1. Djarot Santoso berkata:

    Excellence telah mendapat pengalaman memperoleh taping course khusus untuk olahraga yg di Indonesia saya kira belum ada. Pelajaran taping diberikan di sekolah-sekolah keperawatan.di Indonesia yg biasa disebut ilmu bebat namun ini diberikan sebagai bagian dari keperawatan secara umum termasuk disini bagi orang yg menderita post-operasi/amputasi, kecelakaan , trauma, baik karena kecelakaan, ruda paksa atau cedera karena aktifitas olahraga. Angan-angan saya gimana dptnya terrealisasi membuat indonesian’s sport-based traumatic center.merupakan pusat layanan khusus bagi olahragawan termasuk pencak-silat dimana tdp Perpaduan cara penyembuhan barat termasuk taping dgn dari timur seperti bobok,herbal, accupressure, accupuncture , cold laser therapy, fisio-therapy, chiropractic, psycho-therapy, .dll .Idea mulia jangan tinggal angan-angan saja. Mari kita mulai….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s