Kenapa Olahragawan Perlu Heart Rate Monitor?

zona latihan

Heart Rate Monitor (HRM)

Mungkin masih banyak yang asing dengan alat bernama Heart Rate Monitor atau HRM ini. Saya akan sedikit mengulasnya di tulisan ini.

Heart Rate Monitor (HRM) adalah suatu piranti pribadi untuk memonitor detak jantung seseorang secara langsung, atau real time. Piranti ini menampilkan jumlah detak jantung kita per menit secara langsung. Pada umumnya, HRM berbentuk seperti jam tangan sport yang dilengkapi dengan sabuk/strap elastis yang dipasangi sensor detak jantung. Selama beraktivitas jasmani, strap ini dipasang di dada, tepat di dekat jantung. beberapa merk HRM yang canggih memiliki strap yang lebih pendek yang dipasang di pergelangan kaki, atau di ujung jari. HRM ini ada juga yang dilengkapi dengan fitur penghitung kalori, pengatur program latihan (seperti memiliki pelatih pribadi sendiri), penghitung jarak (lari / bersepeda), bahkan GPS dan Wifi (untuk beberapa merk premium, tentu saja yang harganya mahal!)

HRM digunakan biasanya oleh olahragawan atau atlet, tujuannya untuk mengetahui: 1) kondisi denyut jantung selama beraktivitas jasmani; 2) apakah kita sudah masuk ke dalam zona latihan atau belum.

Mengapa penting mengetahui kondisi denyut jantung selama berolahraga?

Karena indikator utama apakah kita sudah mengeluarkan energi maksimal atau belum terletak pada laju denyut jantung. Semakin cepat denyut jantung kita selama satu menit, semakin tinggi kita mengeluarkan energi. Karena jantung harus berpacu berdenyut untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh selama berolahraga. Masalahnya, tubuh manusia memiliki ambang batas tertentu dalam mengeluarkan energi. Tergantung usia dan kebugaran jasmani, semua orang punya ambang batas “pengeluaran energi” yang aman. Bagaimana dong cara mengetahuinya? Antara lain dengan memontor laju denyut jantung. Tapi, nggak lucu lah kalau anda harus terus menerus meraba denyut nadi untuk menghitung denyut jantung, benar-benar tidak praktis! Nah, HRM akan memuculkan laju denyut jantung anda secara real-time, sehingga anda nggak perlu lagi meraba nadi di leher untuk mengetahui laju denyut.

Kenapa olahragawan atau atlet harus memakai HRM?

Karena intensitas berolahraga untuk orang biasa, olahragawan dan atlet berbeda. Kalau untuk menjaga kebugaran jasmani, laju denyut harus djaga pada laju 60% – 80% Denyut Nadi Maksimal (DNM). Sedangkan untuk atlet, zona latihan yang disarankan adalah di atas 85% DNM, namun bisa berbeda juga tergantung pada jenis olahraganya. Pada olahraga Pencak Silat yang saya tekuni, karena sifatnya yang anaerobik dan mengutamakan daya ledak dan kecepatan, beberapa sesi latihan teknik menuntut kita bergerak di nadi di atas 90%. Tapi, bagaimana cara menentukan DNM?

Bagaimana cara menentukan Denyut nadi maksimal (DNM)?

Rumus paling umum menentukan DNM adalah:

DNM = 220 – usia

Contoh: si A berusia 30 tahun, maka DNM = 220 – 30 = 190. Artinya, Kalau untuk menjaga kesehatan saja sih, si A harus bisa melakukan latihan di zona aktivitas moderat 60%- 80% DNM-nya, yang berarti di laju denyut 76 – 114 per menit. Sedangkan kalau si A adalah ingin menjaga kebgaran jasmani, saat memasuki latihan inti dia harus berada di zona latihan 60% – 80% yang berarti di laju denyut 114 – 152 per menit. Oh ya, zona 60 – 80% ini adalah zona latihan aerobik yang baik untuk jantung (ada juga yang menyarankan cukup sampai 70%).

Sedangkan kalau si A adalah atlet elit, maka setelah melakukan pemanasan dan masuk latihan inti, dia harus berada di zona di atas 152 per menit (di atas 80%) dan semalam latihan dia harus berlatih di denyut itu (kecuali saat istirahat).

Nah, bayangkan kalau kita tidak menggunakan HRM, masak setiap waktu kita harus meraba denyut di leher untuk mengetahui kita sudah masuk zona latihan atau belum? Repot banget deh. Selain itu, HRM juga bisa diunakan untuk melihat seberapa cepat kita pulih dari aktivitas fisik, dengan melihat laju penurunan nadi (recovery) setelah melakukan aktivitas fisik.

Dimana mendapatkan HRM?

Alat ini tidak dijual di pasaran, anda baru isa temukan di toko Perlengkapan olahraga yang lengkap atau toko jam yang cukup besar. Atau ada juga yang menjual secara online di tokopedia.com atau Facebook. Alat ini juga cukup mahal. Kalau anda ingin mendapatkannya, anda harus merogoh kocek paling murah sekitar 700 ribu, antara lain untuk merk New Balance dan Puma, dan beberapa merek China. Di kisaran 1 – 2 jutaan, ada Polar tipe FT4 dan FT7, Nike, Omron, Suunto tipe M1 dan M2, dan Timex. Oh ya, untuk merk terakhir, bisa didapat di konter-konter Sports Station. Untuk memastikan anda mendapatkan HRM, pastikan di kotaknya tertulis fitur “Heart Rate Monitor” dan disertai strap/ belt untuk HRM. Karena ada beberapa merk jam tangan high-end yang menjual strap-nya secara terpisah. Saya menyarankan jangan membeli HRM yang menggunakan sensor ibu jari (dengan menempelkan ujung jari ke permukaan sensor di jam tangan) karena tidak praktis.

beberapa tipe canggih seperti Suunto Ambit, Polar RS, Polar Loop Garmin Forerunner, menyediakan fitur tracker dan GPS juga,  bahkan juga integrated dengan gadget elektronik. Namun tentu saja dengan harga yang cukup mahal. Anda bisa memilih banyak sesuai tergantung kebutuhan.

http://www.livescience.com/41769-best-heart-rate-monitor-watches.html

 

Tentang kursniper

loves reading, jogging, blogging, surfing in the web and sharing knowledge. Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan sebuah universitas negeri di Malang; asisten pelatih pencak silat di tim PSHT Malang dan Kabupaten Malang; professional sport psychologist who just started her own research and practice.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s